VEGETARIAN ITU SEHAT & BAHAGIA

Standard

vege1
Banyak orang yang khawatir bila memutuskan untuk berlatih vegetarian. Mereka berpendapat bahwa dengan bervegetarian, kita menjadi kurang gizi dan sebagainya. Memang belum ada penelitian yang meneliti tentang hal ini. Tapi menurut Biku Nyanabhadra dalam seminarnya hari ini, 15 November 2016, dengan bervegetarian, bahkan sudah sekitar sepuluh tahun, beliau tetap tercukupi kebutuhan gizinya, bahkan merasakan sehat, bugar, dan tentunya bahagia. Dengan bervegetarian banyak manfaat yang kita petik, mengembangkan cinta kasih dan kasih sayang, kesehatan, membantu menyelamatkan lingkungan, dan pengembangan batin, kesadaran.

Seminar dilanjutkan dengan demo masak vegetarian yang pastinya sudah ditunggu-tunggu oleh para ibu-ibu. Demo masak oleh Ibu Jenty Siswanto, mantan chef dari hotel di Amerika. Beliau memaparkan makanan-makanan vegetarian yang mudah dibuat, sederhana, sehat, dan yang pasti rasanya enak. ada 6 masakan dalam 1 jam. Banyak tips-tips bermanfaat yang diberikan dalam hal oseng-oseng di dapur.

Serunya acara ini tergambar oleh antusiasnya para ibu-ibu yang hadir, bahkan ada bapak-bapak juga yang ikut, tidak mau kalah (duduk paling depan, hehe). Semoga cara hidup sehat ini dapat kita latih dalam kehidupan kita sehari-hari. Mungkin tidak langsung setiap hari bervegetarian, tapi bisa dilatih dalam hari-hari tertentu. Dan nantikan seminar & demo masak menarik selanjutnya di Sekolah Tri Ratna. Salam Bahagia.
vege-2

vege3

STUDY TOUR TO MAGELANG & JOGJA

Standard

studi-tour

Belajar dapat dilakukan dengan berbagai metode, salah satunya melalui metode yang menarik dan menyenangkan, yaitu dengan metode studi tur. Dengan studi tur, siswa diajak langsung ke media belajar yang sesungguhnya, melihat, mengamati, merasakan, dan mengalami proses dalam mempelajari suatu objek. Siswa dapat memperkaya pengetahuan dan informasi, memahami lingkungan alam beserta sosialnya,mempertajam rasa ingin tahu, membangkitkan kesadaran, keakraban, serta relaksasi yang menyenangkan.

SMK Tri Ratna melalui kegiatan Study Tour yang dilaksanakan tanggal 2 – 5 November 2016, mengajak siswa-siswinya ke kota Magelang dan Yogyakarta, mempelajari objek-objek belajar seperti Keraton Yogyakarta, Museum Vredeburg, Candi Borobudur, Candi Mendut, Goa Pindul, Pantai Indrayanti, dan Sentra produksi makanan Bakpia.

PERAYAAN HARI KATHINA 2560/2016

Standard

Hari Kathina di Sekolah Tri Ratna dilaksanakan pada hari Jumat, 25 Oktober 2016. Perayaan kali ini dihadiri oleh 5 Biku Sanggha. Hari Kathina mengajarkan siswa supaya lebih menghayati keyakinan beragama Buddha, melatih kemurahan hati, menyokong kehidupan Sanggha, melatih berbuat kebaikan, melatih melepas keterikatan terhadap materi, dan mengikis kekotoran batin.

Berikut adalah video kegiatan Hari Kathina:

RETRET GURU DAN KARYAWAN SEKOLAH TRI RATNA

Standard

retret-guru

Setiap hari kita dihadapkan dengan rutinitas pekerjaan, yang kadang membuat kita letih, jengkel, kesal, marah, sedih, kecewa, dan sebagainya. Membuat hidup seolah-olah medan perang derita yang mau tak mau harus kita lewati. Bergumul dengan pergulatan batin maupun fisik yang membuat menjadi tidak produktif. Bagaimana membuat tubuh ini istirahat sejenak, menikmati hidup saat ini dengan kedamaian dan ketenangan, hidup lebih sadar, bahagia, sehingga kedepannya membawa manfaat yang lebih baik?

Berhubungan dengan persoalan di atas, Sekolah Tri Ratna melalui Wihara Ekayana mengadakan kegiatan Retret Hidup berkesadaran untuk para Guru dan Karyawan. Acara diadakan pada 12 – 15 Oktober 2016 di Pondok Sadhana Amitayus, Bogor, dengan tema “Mengispirasi Dari Dalam, Melalui Mindfulness”. Kegiatan dibimbing langsung oleh Biku-biku dari Wihara Ekayana. Kegiatan ini merupakan program tahunan di Sekolah Tri Ratna.

Belajar hidup berkesadaran sebenarnya merupakan kegiatan rutinitas keseharian di rumah seperti berjalan, duduk, bekerja, makan, dan sebagainya. Namun kita berlatih untuk menyadari dengan apa yang sedang kita lakukan. Berlatih untuk membuat diri menjadi sadar penuh dengan aktifitas yang kita jalankan. Hidup pada masa saat ini, menikmati masa yang sekarang, masa lalu biarlah berlalu, dan masa yang akan datang belum tiba. Acara ini begitu menariknya, sehingga para guru dan karyawan menjadi begitu ceria, santai, dan solid. Didukung dengan kondisi alam dan tempat kegiatan yang nyaman dan indah, kegiatan menjadi lebih membawa kedamaian.

49 Hari Mendiang Romo Pandita dr. Krishnanda Wijaya Mukti, MSc

Standard

Pak Krish

“Telah pergi, cendekiawan Buddhis Indonesia, telah pergi, putra terbaik Tri Ratna, telah pergi, Bapak kami tercinta. Warisan intelektual, dedikasi, inspirasi, dan semangatmu akan selalu kami kenang dan amalkan”

Tepat di hari Sabtu, 23 April 2016 di Wihara Ekayana Arama, Indonesia Buddhist Centre, Jakarta Barat dilangsungkan acara puja bakti Pelimpahan Jasa untuk Mendiang Romo Pandita dr. Krishnanda Wijaya Mukti, MSc. Puja bakti ini merupakan peringatan 49 hari Beliau, yang telah wafat pada Minggu, 6 Maret 2016 di Rumah Sakit Evasari. Puja bakti dihadiri ratusan orang yang dengan khusus membacakan paritta. Acara dilanjutkan dengan memutar foto-foto kenangan, testimoni, pembagian vcd dan buku makalah Mendiang Romo Pandita dr. Krishnanda Wijaya Mukti, atau yang biasa disapa dengan Pak Krish.

Pak Krish dilahirkan di Sukabumi, 17 Maret 1950. Sejak muda beliau aktif di Wihara Dharmaratana Sukabumi. Kemudian Beliau menimba ilmu di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Selama menjadi mahasiswa, Beliau aktif berorganisasi, dan ikut mendirikan dan menjadi ketua Keluarga Mahasiswa Buddhis Jakarta (KMBJ) yang sekarang bertransformasi menjadi Hikmabudhi (Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia) dan beliau menjadi pembimbingnya sampai akhir hayatnya.

Sebagai seorang aktivis Buddhis dan dokter, beliau banyak berkarya di beberapa lembaga yang pernah merasakan pemikiran beliau diantaranya:
.: Pemrakarsa Keluarga Mahasiswa Buddhis Jakarta (KMBJ) tahun 1971. Ketua KMBJ tahun 1974-1977 dan menjadi Penasihat HIKMAHBUDHI hingga wafat.
.: Pembimas Buddha Kanwil. Dep. Agama DKI Jakarta (1991-1996)
.: Pendiri dan Pembina Yayasan Dharma Pembangunan (1986-sekarang)
.: Ketua Yayasan Pendidikan Buddhis Tri Ratna (1989-sekarang)
.: Menjadi Pengurus & Penasihat di DPP Majelis Buddhayana Indonesia (MBI)
.: Ketua Pusdiklat Agama Buddha Indonesia
.: Ketua Korps Pandita dan Upacarika Wihara Ekayana Arama
.: Pengawas Yayasan Karaniya
.: Menjadi Ketua Badan Koordinasi Pendidikan Buddhis Indonesia (BKPBI)
.: Menjadi Pengurus Indonesian Conference on Religion anda Peace (ICRP)
.: Aktif sebagai Dosen di berbagai kampus Indonesia, UNJ, Nalanda, Binus
.: Aktif di RS Evasari
.: Penulis dan Editor buku-buku Dharma
.: Sampai akhir usia, tetap menjadi pembicara di berbagai Wihara, forum-forum kebangsaan, dan pengisi mimbar-mimbar agama Buddha maupun lintas agama.

Pak Krish memulai berkiprah di Sekolah Tri Ratna dimulai dari pertengahan tahun 1987 menjadi Koordinator Sekolah. Kemudian pada 7 Juli 1989 menjadi Ketua Yayasan Pendidikan Buddhis Tri Ratna sampai akhir hayat. Di bawah kepemimpinan Beliau, Sekolah Tri Ratna berkontribusi dalam mencerdaskan bangsa, menunjukkan identitas keagamaan, mengembangkan nilai-nilai luhur agama Buddha, melahirkan konsep-konsep pemikiran dan semangat ajaran Buddha dalam sumbangsih di dunia pendidikan.

Dalam usaha pengembangan Sekolah Tri Ratna, Beliau konsisten menyempatkan waktu setiap minggu memantau sekolah, dan selalu mengadakan pertemuan guru dan karyawan serta pertemuan guru beragama Buddha, bedah buku dalam meningkatkan kualitas SDM dan menerapkan prinsip-prinsip ajaran Buddha dalam dunia pendidikan.

Pendidikan Buddhis harus berlandaskan Tri Ratna, Buddha melambangkan kesadaran, Dharma melambangkan kebenaran, dan Sangha melambangkan kesucian. Selain itu juga perlu penerapan nilai-nilai kemanusiaan seperti cinta kasih, tanpa kekerasan, kejujuran, moral, kebajikan, kebijaksanaan, kemurahan hati, semangat, tekad, keseimbangan, kedamaian, kebersamaan, kebersahajaan, keindahan, tahu diri, tahu budi, bakti, terima kasih, dan maaf. Sehingga tercipta manusia-manusia yang SMART,GOOD, And Mindfulness.

Selain aktif di Sekolah Tri Ratna, Beliau aktif mendukung anak asuh yang melanjutkan sekolah dari berbagai daerah di Indonesia. Beliau menjadi pendiri dan pembina dalam Yayasan Dharma Pembangunan yang menaungi beberapa lembaga-lembaga, salah satunya lembaga Beasiswa. Putra-putri dari Lampung, Kalimantan, Tangerang, Pati, Jepara, Kebumen, Semarang, Boyolali, Banyuwangi, Lombok diberi kesempatan untuk mengenyam pendidikan di Jakarta. Tempat praktik beliau sebagai dokter di Jl. Kerajinan Dalam No. 16, Keagungan, Taman Sari oleh Pak Krishnanda juga diijinkan untuk menjadi tempat tinggal bagi anak asuh yang mengenyam pendidikan di Sekolah Tri Ratna. Dengan cinta kasih, ketegasan, perhatian, dedikasi yang tinggi, materi, dan sebagainya, beliau berikan untuk anak beasiswanya. Hingga kini, sudah ada lebih dari 300 anak yang sempat dibina. Mereka semua telah berhasil mengenyam pendidikan dari SMA hingga sarjana, dan berkiprah dalam masyarakat. Beliau juga membantu para mahasiswa Buddhis dalam menempuh pendidikan tingginya serta mengijikan rumah disamping tempat tinggal beliau sebagai tempat berteduh dan markas Hikmabudhi. Perjuangan dan dedikasi yang nyata dalam meningkatkan kualitas generasi muda Buddhis.

Pemikiran dan konsep-konsep Pak Krish yang sangat progresif dalam mengembangkan agama Buddha juga beliau salurkan dalam komunitas di Wihara Ekayana Arama. Beliau aktif sebagai penatar, para duta Dharma di seluruh Indonesia, mengisi Dharma Class, Khotbah dan kursus-kursus Dharma. Orang-orang yang mengenal Beliau, mengaku kagum akan pengetahuan Dharma Pak Krish yang luas, kritis, mengena di hati, revolusioner, dan penerjemah Dharma dalam bahasa yang sederhana yang mudah dipahami. Beliau juga dikenal atas ketulusan dan kemurahan hatinya yang senang membagikan apapun yang beliau miliki.

Dokter Krishnanda wafat dalam usia 67 tahun. Beliau meninggalkan istri, dua putra dan seorang menantu. Di dalam keluarga Beliau, menurut penuturan salah satu putranya, Pak Kris merupakan sosok yang disiplin, kritis, cermat, teliti dalam mengerjakan sesuatu, Beliau sangat dermawan dan konsisten, perhatian terhadap keluarga, dan membanggakan.

Umat Buddha Indonesia kehilangan sosok teladan dan pejuang Dharma yang gigih, kritis, idealis, dan konsisten dalam memperjuangkan nilai-nilai. Sangat sulit kita menemukan tokoh sekaliber Pak Krish. Semoga dengan buah karya dan teladan Beliau, muncul Pak Krish Pak Krish selanjutnya yang mengispirasi banyak orang.

Selamat Jalan Bapak kami, Pak Krish.

PERKEMAHAN PRAMUKA SMA DAN SMK TRI RATNA

Standard

IMG_8579
Merasakan sensasi hidup di alam bebas, tidur beratapkan langit, berlantaikan tanah, berkasurkan tiker, dengan pendingin alami yang lebih dingin dari AC bermerek. Ditambah lagi masak, makan, cuci, bersih-bersih dilakukan dengan mandiri. Ibarat petualangan seru bagi anak-anak yang terbiasa hidup di perkotaan. Sangat seru dan selalu menjadi kegiatan yang dikangeni siswa.

Selain kegiatan yang mengasah kemandirian, banyak kegiatan lain yang bermanfaat dalam Kemah Pramuka yang diikuti siswa-siswi kelas 2 SMA TRI RATNA pada 10-12 Maret 2016 di Taman Nasional Gunung Halimun Salak, tepatnya di kawasan perkemahan Curug Cihurang, Bogor. Sedangkan untuk kelas 2 SMK dilaksanakan pada tanggal 8 – 10 April 2016, ditempat yang sama. Kegiatan seru lain diantaranya hiking sambil membuat peta menuju pintu masuk pendakian gunung Salak di pos Pasir Reungit, kemudian dilanjutkan ke kawah mati, gunung Salak 1, materi kepramukaan, tali-temali, belajar sandi Morse, sandi rumput, sandi paku, semaphore, permainan, bersosial dengan warga, dan upacara pelantikan. Malam terakhir area perkemahan diguyur hujan, membuat beberapa acara terpaksa tidak dilakukan.

Kegiatan ini bermanfaat untuk siswa untuk melatih nilai-nilai cinta alam, kedisiplinan, kreatifitas, kemandirian, kebersamaan, bertahan hidup (survive), sosial, dan cinta terhadap Tuhan YME.

IMG_0722

Berita Duka Cita

Standard

BPK KRISH
Telah meninggal dunia dengan tenang pada tanggal 6 Maret 2016 pukul. 01.37 WIB

Dr. Krishnanda Wijaya Mukti, M.Sc.
(Maha Upasaka Pandita Dharmachandra)
Dalam usia: 67 tahun

Beliau adalah Ketua Yayasan Pendidikan Buddhis Tri Ratna, Jakarta Barat.

Jenazah disemayamkan di Rumah Duka Heaven Atmajaya, Jl. Pluit Raya No. 1 Jakarta, Ruang E-F.

Upacara Malam Kembang: Hari Rabu, 9 Maret 2016 pukul. 18.00 WIB.
Akan dikremasikan di Krematorium Heaven, Jl. Gedong Panjang No. 47 Jakarta pada hari Kamis, 10 Maret 2016 pk. 10.00, didahului upacara pada pk. 08.00 WIB.

Keluarga Besar Sekolah Tri Ratna mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya.
Semoga berkah kebajikan yang telah dipupuk sepanjang hidupnya akan menuntun beliau ke alam bahagia.

MENGENANG HARI BESAR AGAMA BUDDHA, MAGHA PUJA

Standard
kebaktian Magha Puja

kebaktian Magha Puja

Sekolah Tri Ratna yang merupakan sekolah yang konsisten dalam menerapkan nilai-nilai ajaran Buddha. Salah satunya dengan selalu memperingati hari besar agama Buddha, Magha Puja. Tahun ini merupakan peringatan yang ke 2559 menurut penanggalan Buddhis.

Peringatan di Cetya Sekolah Tri Ratna dengan mengadakan kebaktian bersama dimulai pukul 07.00 WIB, Selasa 23 Februari 2016. Kebaktian dibagi beberapa sesi dari masing-masing unit sekolah yang ada, dimulai dari TK, SD, SMP, SMA dan SMK. Penceramah yang hadir dari Wihara Ekayana yaitu Biku Nyana Badra. Sekilas pada sesi kebaktian SMP, Biku Biku Nyana Badra menerangkan tentang pentingnya pengendalian diri dalam kehidupan. Pengendalian diri merupakan salah satu prinsip-prinsip yang diajarkan Guru Agung Buddha dalam pertemuan 1250 biku. Ajaran ini biasa disebut Ovada Patimokkha.

Hari Magha Puja menjadi istimewa dan unik dikarenakan oleh beberapa hal, yaitu:
1. Sebanyak 1250 Biku yang telah mencapai kesucian Arahat, berkumpul tanpa diundang untuk menemui Guru Buddha di Wihara Veluvana, Rajagaha.
2. Semua Biku yang berkumpul ditahbiskan sendiri oleh Buddha dengan kata penahbisan “Ehi, Bhikkhu” Kemarilah, Biku.
3. Guru Buddha memberi nasihat untuk menuju pembebasan, yang dikenal dengan Ovada Patimokkha yang berisi prinsip-prinsip ajaran Buddha.
4. Keseluruhan peristiwa ini terjadi di hari yang sama pada bulan purnama di bulan Magha setelah masa vasa yang pertama.

Salah satu prinsip yang terkenal dalam ajaran Buddha adalah:
“Janganlah berbuat kejahatan,
Perbanykalah perbuatan baik
Sucikan hati dan pikiran
Itulah ajaran semua Buddha”

Selamat hari Magha Puja.

CAP GO MEH 2016

Standard

Berakhirnya perayaan Tahun Baru Imlek 2567 atau yang biasa di sebut Cap Go Meh di Sekolah Tri Ratna Jakarta dimeriahkan dengan kesenian Barongsai. Cap Go Meh berarti malam ke-15 setelah pergantian tahun baru. Biasa dirayakan dengan berbagai festival dan juga kuliner seperti kue keranjang, lontong, ataupun onde.

Pada perayaan Cap Go Meh kali ini, Sekolah Tri Ratna mengundang perkumpulan seni barongsai dari Surya Sakti dari Lautze Pasar baru yang beraksi. Dimulai dengan menghormat di altar Buddha, kemudian dilanjutkan dengan atraksi di lapangan yang disaksikan seluruh siswa Sekolah Tri Ratna dari masing-masing unit, TK, SD, SMP, SMA, dan SMK. Tidak lupa para siswa, guru, karyawan, dan orangtua siswa memberikan amplop merah yang biasa diseput angpao untuk diberikan ke barongsai. Setelah sesi di lapangan, kemudian barongsai menyusuri ruang-ruang sekolah, kantor, kelas, laboratorium, kantin, dan yang lainnya dengan harapan supaya energi negatif menghilang, digantikan dengan energi positif.

Doa dan harapan di tahun kera ini semoga kebahagiaan, kesejahteraan, rejeki, kedamaian dan kesehatan selalu melimpah untuk semua. Semoga Sekolah Tri Ratna semakin maju dengan menghasilkan lulusan-lulusan terbaik, berprestasi, dan memiliki budi pekerti yang baik.

PENTAS SENI DI GAJAH MADA PLAZA

Standard

Berekspresi adalah puncak dari seni, sedangkan seni merupakan ekspresi dari keindahan.Dalam dunia pedidikan, selain memaksimalkan potensi kecerdasan akademik, juga mengoptimalkan kecerdasan dalam bidang seni, baik musik, drama, tari, gambar, maupun seni pertunjukan. Hal ini ditunjukan oleh siswa-siswi Sekolah Tri Ratna dari TK, SD, SMP, SMA, dan SMK di panggung lobby Gajah Mada Plaza.

Bekerja sama dengan pihak Gajah Mada Plaza, dan juga dalam suasana tahun baru Imlek 2016, tanggal 30, 31 Januari, dan 14 Februari, Sekolah Tri Ratna mewujudkan tempat berekspresi dan berprestasi bagi bakat-bakat siswa yang membutuhkan penyaluran. Acara diawali dengan lomba menggambar dan mewarnai bagi siswa TK dan SD, kemudian dilanjutkan dengan seni pertunjukan. Diteruskan dengan atraksi di atas panggung berupa Drama Imlek, dance Tae Won Do, tari tradisional, tari oriental, modern dance, battle dance, balet, band, menyanyi, musik ansambel, paduan suara, Paskibra dance, dan lain-lain. Sekolah Tri Ratna juga berbagi kebahagiaan dengan memberikan souvenir untuk pengunjung yang beruntung. Acara berlangsung meriah dan sanggup menarik perhatian dari para pengunjung mall.

Ekpresi seni dari bakat-bakat siswa merupakan penyaluran dari program-program kegiatan ekstrakurikuler yang ada di Sekolah Tri Ratna. Adapun kegiatan ekstrakurikulernya berupa tae won do, paskibra, pramuka, tari tradisional, tari oriental, modern dance, band, musik ansambel, fotografi, lingkungan hidup, renang, melukis, paduan suara, wiraswasta, daur ulang, dan lain-lain.