49 Hari Mendiang Romo Pandita dr. Krishnanda Wijaya Mukti, MSc

Standard

Pak Krish

“Telah pergi, cendekiawan Buddhis Indonesia, telah pergi, putra terbaik Tri Ratna, telah pergi, Bapak kami tercinta. Warisan intelektual, dedikasi, inspirasi, dan semangatmu akan selalu kami kenang dan amalkan”

Tepat di hari Sabtu, 23 April 2016 di Wihara Ekayana Arama, Indonesia Buddhist Centre, Jakarta Barat dilangsungkan acara puja bakti Pelimpahan Jasa untuk Mendiang Romo Pandita dr. Krishnanda Wijaya Mukti, MSc. Puja bakti ini merupakan peringatan 49 hari Beliau, yang telah wafat pada Minggu, 6 Maret 2016 di Rumah Sakit Evasari. Puja bakti dihadiri ratusan orang yang dengan khusus membacakan paritta. Acara dilanjutkan dengan memutar foto-foto kenangan, testimoni, pembagian vcd dan buku makalah Mendiang Romo Pandita dr. Krishnanda Wijaya Mukti, atau yang biasa disapa dengan Pak Krish.

Pak Krish dilahirkan di Sukabumi, 17 Maret 1950. Sejak muda beliau aktif di Wihara Dharmaratana Sukabumi. Kemudian Beliau menimba ilmu di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Selama menjadi mahasiswa, Beliau aktif berorganisasi, dan ikut mendirikan dan menjadi ketua Keluarga Mahasiswa Buddhis Jakarta (KMBJ) yang sekarang bertransformasi menjadi Hikmabudhi (Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia) dan beliau menjadi pembimbingnya sampai akhir hayatnya.

Sebagai seorang aktivis Buddhis dan dokter, beliau banyak berkarya di beberapa lembaga yang pernah merasakan pemikiran beliau diantaranya:
.: Pemrakarsa Keluarga Mahasiswa Buddhis Jakarta (KMBJ) tahun 1971. Ketua KMBJ tahun 1974-1977 dan menjadi Penasihat HIKMAHBUDHI hingga wafat.
.: Pembimas Buddha Kanwil. Dep. Agama DKI Jakarta (1991-1996)
.: Pendiri dan Pembina Yayasan Dharma Pembangunan (1986-sekarang)
.: Ketua Yayasan Pendidikan Buddhis Tri Ratna (1989-sekarang)
.: Menjadi Pengurus & Penasihat di DPP Majelis Buddhayana Indonesia (MBI)
.: Ketua Pusdiklat Agama Buddha Indonesia
.: Ketua Korps Pandita dan Upacarika Wihara Ekayana Arama
.: Pengawas Yayasan Karaniya
.: Menjadi Ketua Badan Koordinasi Pendidikan Buddhis Indonesia (BKPBI)
.: Menjadi Pengurus Indonesian Conference on Religion anda Peace (ICRP)
.: Aktif sebagai Dosen di berbagai kampus Indonesia, UNJ, Nalanda, Binus
.: Aktif di RS Evasari
.: Penulis dan Editor buku-buku Dharma
.: Sampai akhir usia, tetap menjadi pembicara di berbagai Wihara, forum-forum kebangsaan, dan pengisi mimbar-mimbar agama Buddha maupun lintas agama.

Pak Krish memulai berkiprah di Sekolah Tri Ratna dimulai dari pertengahan tahun 1987 menjadi Koordinator Sekolah. Kemudian pada 7 Juli 1989 menjadi Ketua Yayasan Pendidikan Buddhis Tri Ratna sampai akhir hayat. Di bawah kepemimpinan Beliau, Sekolah Tri Ratna berkontribusi dalam mencerdaskan bangsa, menunjukkan identitas keagamaan, mengembangkan nilai-nilai luhur agama Buddha, melahirkan konsep-konsep pemikiran dan semangat ajaran Buddha dalam sumbangsih di dunia pendidikan.

Dalam usaha pengembangan Sekolah Tri Ratna, Beliau konsisten menyempatkan waktu setiap minggu memantau sekolah, dan selalu mengadakan pertemuan guru dan karyawan serta pertemuan guru beragama Buddha, bedah buku dalam meningkatkan kualitas SDM dan menerapkan prinsip-prinsip ajaran Buddha dalam dunia pendidikan.

Pendidikan Buddhis harus berlandaskan Tri Ratna, Buddha melambangkan kesadaran, Dharma melambangkan kebenaran, dan Sangha melambangkan kesucian. Selain itu juga perlu penerapan nilai-nilai kemanusiaan seperti cinta kasih, tanpa kekerasan, kejujuran, moral, kebajikan, kebijaksanaan, kemurahan hati, semangat, tekad, keseimbangan, kedamaian, kebersamaan, kebersahajaan, keindahan, tahu diri, tahu budi, bakti, terima kasih, dan maaf. Sehingga tercipta manusia-manusia yang SMART,GOOD, And Mindfulness.

Selain aktif di Sekolah Tri Ratna, Beliau aktif mendukung anak asuh yang melanjutkan sekolah dari berbagai daerah di Indonesia. Beliau menjadi pendiri dan pembina dalam Yayasan Dharma Pembangunan yang menaungi beberapa lembaga-lembaga, salah satunya lembaga Beasiswa. Putra-putri dari Lampung, Kalimantan, Tangerang, Pati, Jepara, Kebumen, Semarang, Boyolali, Banyuwangi, Lombok diberi kesempatan untuk mengenyam pendidikan di Jakarta. Tempat praktik beliau sebagai dokter di Jl. Kerajinan Dalam No. 16, Keagungan, Taman Sari oleh Pak Krishnanda juga diijinkan untuk menjadi tempat tinggal bagi anak asuh yang mengenyam pendidikan di Sekolah Tri Ratna. Dengan cinta kasih, ketegasan, perhatian, dedikasi yang tinggi, materi, dan sebagainya, beliau berikan untuk anak beasiswanya. Hingga kini, sudah ada lebih dari 300 anak yang sempat dibina. Mereka semua telah berhasil mengenyam pendidikan dari SMA hingga sarjana, dan berkiprah dalam masyarakat. Beliau juga membantu para mahasiswa Buddhis dalam menempuh pendidikan tingginya serta mengijikan rumah disamping tempat tinggal beliau sebagai tempat berteduh dan markas Hikmabudhi. Perjuangan dan dedikasi yang nyata dalam meningkatkan kualitas generasi muda Buddhis.

Pemikiran dan konsep-konsep Pak Krish yang sangat progresif dalam mengembangkan agama Buddha juga beliau salurkan dalam komunitas di Wihara Ekayana Arama. Beliau aktif sebagai penatar, para duta Dharma di seluruh Indonesia, mengisi Dharma Class, Khotbah dan kursus-kursus Dharma. Orang-orang yang mengenal Beliau, mengaku kagum akan pengetahuan Dharma Pak Krish yang luas, kritis, mengena di hati, revolusioner, dan penerjemah Dharma dalam bahasa yang sederhana yang mudah dipahami. Beliau juga dikenal atas ketulusan dan kemurahan hatinya yang senang membagikan apapun yang beliau miliki.

Dokter Krishnanda wafat dalam usia 67 tahun. Beliau meninggalkan istri, dua putra dan seorang menantu. Di dalam keluarga Beliau, menurut penuturan salah satu putranya, Pak Kris merupakan sosok yang disiplin, kritis, cermat, teliti dalam mengerjakan sesuatu, Beliau sangat dermawan dan konsisten, perhatian terhadap keluarga, dan membanggakan.

Umat Buddha Indonesia kehilangan sosok teladan dan pejuang Dharma yang gigih, kritis, idealis, dan konsisten dalam memperjuangkan nilai-nilai. Sangat sulit kita menemukan tokoh sekaliber Pak Krish. Semoga dengan buah karya dan teladan Beliau, muncul Pak Krish Pak Krish selanjutnya yang mengispirasi banyak orang.

Selamat Jalan Bapak kami, Pak Krish.

PERKEMAHAN PRAMUKA SMA DAN SMK TRI RATNA

Standard

IMG_8579
Merasakan sensasi hidup di alam bebas, tidur beratapkan langit, berlantaikan tanah, berkasurkan tiker, dengan pendingin alami yang lebih dingin dari AC bermerek. Ditambah lagi masak, makan, cuci, bersih-bersih dilakukan dengan mandiri. Ibarat petualangan seru bagi anak-anak yang terbiasa hidup di perkotaan. Sangat seru dan selalu menjadi kegiatan yang dikangeni siswa.

Selain kegiatan yang mengasah kemandirian, banyak kegiatan lain yang bermanfaat dalam Kemah Pramuka yang diikuti siswa-siswi kelas 2 SMA TRI RATNA pada 10-12 Maret 2016 di Taman Nasional Gunung Halimun Salak, tepatnya di kawasan perkemahan Curug Cihurang, Bogor. Sedangkan untuk kelas 2 SMK dilaksanakan pada tanggal 8 – 10 April 2016, ditempat yang sama. Kegiatan seru lain diantaranya hiking sambil membuat peta menuju pintu masuk pendakian gunung Salak di pos Pasir Reungit, kemudian dilanjutkan ke kawah mati, gunung Salak 1, materi kepramukaan, tali-temali, belajar sandi Morse, sandi rumput, sandi paku, semaphore, permainan, bersosial dengan warga, dan upacara pelantikan. Malam terakhir area perkemahan diguyur hujan, membuat beberapa acara terpaksa tidak dilakukan.

Kegiatan ini bermanfaat untuk siswa untuk melatih nilai-nilai cinta alam, kedisiplinan, kreatifitas, kemandirian, kebersamaan, bertahan hidup (survive), sosial, dan cinta terhadap Tuhan YME.

IMG_0722

Berita Duka Cita

Standard

BPK KRISH
Telah meninggal dunia dengan tenang pada tanggal 6 Maret 2016 pukul. 01.37 WIB

Dr. Krishnanda Wijaya Mukti, M.Sc.
(Maha Upasaka Pandita Dharmachandra)
Dalam usia: 67 tahun

Beliau adalah Ketua Yayasan Pendidikan Buddhis Tri Ratna, Jakarta Barat.

Jenazah disemayamkan di Rumah Duka Heaven Atmajaya, Jl. Pluit Raya No. 1 Jakarta, Ruang E-F.

Upacara Malam Kembang: Hari Rabu, 9 Maret 2016 pukul. 18.00 WIB.
Akan dikremasikan di Krematorium Heaven, Jl. Gedong Panjang No. 47 Jakarta pada hari Kamis, 10 Maret 2016 pk. 10.00, didahului upacara pada pk. 08.00 WIB.

Keluarga Besar Sekolah Tri Ratna mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya.
Semoga berkah kebajikan yang telah dipupuk sepanjang hidupnya akan menuntun beliau ke alam bahagia.

MENGENANG HARI BESAR AGAMA BUDDHA, MAGHA PUJA

Standard
kebaktian Magha Puja

kebaktian Magha Puja

Sekolah Tri Ratna yang merupakan sekolah yang konsisten dalam menerapkan nilai-nilai ajaran Buddha. Salah satunya dengan selalu memperingati hari besar agama Buddha, Magha Puja. Tahun ini merupakan peringatan yang ke 2559 menurut penanggalan Buddhis.

Peringatan di Cetya Sekolah Tri Ratna dengan mengadakan kebaktian bersama dimulai pukul 07.00 WIB, Selasa 23 Februari 2016. Kebaktian dibagi beberapa sesi dari masing-masing unit sekolah yang ada, dimulai dari TK, SD, SMP, SMA dan SMK. Penceramah yang hadir dari Wihara Ekayana yaitu Biku Nyana Badra. Sekilas pada sesi kebaktian SMP, Biku Biku Nyana Badra menerangkan tentang pentingnya pengendalian diri dalam kehidupan. Pengendalian diri merupakan salah satu prinsip-prinsip yang diajarkan Guru Agung Buddha dalam pertemuan 1250 biku. Ajaran ini biasa disebut Ovada Patimokkha.

Hari Magha Puja menjadi istimewa dan unik dikarenakan oleh beberapa hal, yaitu:
1. Sebanyak 1250 Biku yang telah mencapai kesucian Arahat, berkumpul tanpa diundang untuk menemui Guru Buddha di Wihara Veluvana, Rajagaha.
2. Semua Biku yang berkumpul ditahbiskan sendiri oleh Buddha dengan kata penahbisan “Ehi, Bhikkhu” Kemarilah, Biku.
3. Guru Buddha memberi nasihat untuk menuju pembebasan, yang dikenal dengan Ovada Patimokkha yang berisi prinsip-prinsip ajaran Buddha.
4. Keseluruhan peristiwa ini terjadi di hari yang sama pada bulan purnama di bulan Magha setelah masa vasa yang pertama.

Salah satu prinsip yang terkenal dalam ajaran Buddha adalah:
“Janganlah berbuat kejahatan,
Perbanykalah perbuatan baik
Sucikan hati dan pikiran
Itulah ajaran semua Buddha”

Selamat hari Magha Puja.

CAP GO MEH 2016

Standard

Berakhirnya perayaan Tahun Baru Imlek 2567 atau yang biasa di sebut Cap Go Meh di Sekolah Tri Ratna Jakarta dimeriahkan dengan kesenian Barongsai. Cap Go Meh berarti malam ke-15 setelah pergantian tahun baru. Biasa dirayakan dengan berbagai festival dan juga kuliner seperti kue keranjang, lontong, ataupun onde.

Pada perayaan Cap Go Meh kali ini, Sekolah Tri Ratna mengundang perkumpulan seni barongsai dari Surya Sakti dari Lautze Pasar baru yang beraksi. Dimulai dengan menghormat di altar Buddha, kemudian dilanjutkan dengan atraksi di lapangan yang disaksikan seluruh siswa Sekolah Tri Ratna dari masing-masing unit, TK, SD, SMP, SMA, dan SMK. Tidak lupa para siswa, guru, karyawan, dan orangtua siswa memberikan amplop merah yang biasa diseput angpao untuk diberikan ke barongsai. Setelah sesi di lapangan, kemudian barongsai menyusuri ruang-ruang sekolah, kantor, kelas, laboratorium, kantin, dan yang lainnya dengan harapan supaya energi negatif menghilang, digantikan dengan energi positif.

Doa dan harapan di tahun kera ini semoga kebahagiaan, kesejahteraan, rejeki, kedamaian dan kesehatan selalu melimpah untuk semua. Semoga Sekolah Tri Ratna semakin maju dengan menghasilkan lulusan-lulusan terbaik, berprestasi, dan memiliki budi pekerti yang baik.

PENTAS SENI DI GAJAH MADA PLAZA

Standard

Berekspresi adalah puncak dari seni, sedangkan seni merupakan ekspresi dari keindahan.Dalam dunia pedidikan, selain memaksimalkan potensi kecerdasan akademik, juga mengoptimalkan kecerdasan dalam bidang seni, baik musik, drama, tari, gambar, maupun seni pertunjukan. Hal ini ditunjukan oleh siswa-siswi Sekolah Tri Ratna dari TK, SD, SMP, SMA, dan SMK di panggung lobby Gajah Mada Plaza.

Bekerja sama dengan pihak Gajah Mada Plaza, dan juga dalam suasana tahun baru Imlek 2016, tanggal 30, 31 Januari, dan 14 Februari, Sekolah Tri Ratna mewujudkan tempat berekspresi dan berprestasi bagi bakat-bakat siswa yang membutuhkan penyaluran. Acara diawali dengan lomba menggambar dan mewarnai bagi siswa TK dan SD, kemudian dilanjutkan dengan seni pertunjukan. Diteruskan dengan atraksi di atas panggung berupa Drama Imlek, dance Tae Won Do, tari tradisional, tari oriental, modern dance, battle dance, balet, band, menyanyi, musik ansambel, paduan suara, Paskibra dance, dan lain-lain. Sekolah Tri Ratna juga berbagi kebahagiaan dengan memberikan souvenir untuk pengunjung yang beruntung. Acara berlangsung meriah dan sanggup menarik perhatian dari para pengunjung mall.

Ekpresi seni dari bakat-bakat siswa merupakan penyaluran dari program-program kegiatan ekstrakurikuler yang ada di Sekolah Tri Ratna. Adapun kegiatan ekstrakurikulernya berupa tae won do, paskibra, pramuka, tari tradisional, tari oriental, modern dance, band, musik ansambel, fotografi, lingkungan hidup, renang, melukis, paduan suara, wiraswasta, daur ulang, dan lain-lain.

Prestasi Siswa Terbaru di Semester 1 Tahun 2015-2016

Standard

Prestasi merupakan wujud nyata dari kualitas dan kuantitas atas usaha yang dilakukan seseorang yang merupakan ukuran pencapaian kecerdasan,pengetahuan, keahlian, dan keterampian yang membuat bangga diri sendiri, keluarga maupun intitusi di mana berada. Prestasi juga merupakan pengalaman berharga untuk masa depan dan dalam meningkatkan potensi diri.

Sehubungan dengan prestasi siswa, berikut merupakan prestasi terbaru yang dicapai oleh siswa siswi Sekolah Tri Ratna
- Deon (Siswa SMK) Juara 1 Akuntansi tingkat Sudin Jakarta Barat.
- Philip, Ricky, Mario, Renaldi, Suryanto, Kurniawan, Samuel (siswa SMK) Juara 1 Basket tingkat Sudin Jakarta Barat.
- Prajnadi, Jessica, Deon (siswa SMK) Juara Harapan 1 English Debate tingkat Sudin Jakarta Barat.
- Novi dan Melina (siswi SMK) Juara Harapan 2 Debate Mandarin tingkat Sudin Jakarta Barat.
- Franky, Audelia, dan Loren (siswa SMK) Juara Harapan 3 Debat Bahasa Indonesia tingkat Sudin Jakarta Barat.
- Stephani, Delivia, dan Wilsen (siswa SMA) Juara 2 cerdas cermat Pajak tingkat Jakarta Barat.
- Dita Ari S. (siswi SMA) Juara 2 Tari tradisional Jakarta Barat.
- Meytri, Melinia, Agga, Leos, dan Heri (siswa SMA) Juara 2 Band Akustik Pajak tingkat Jakarta Barat.

NIDJI DI PENSI SEKOLAH TRI RATNA

Standard

“Kita loncat yuk!” teriak Giring, vocalis grup band ternama Indonesia, Nidji, di halaman Sekolah Tri Ratna. Sontak saja suasana menjadi ceria dengan tepuk tangan dan nyanyian yang saling bersambut di antara siswa-siswi di depan panggung. luapan ekspresi jiwa seni melebur menjadi kegembiraan bersama baik yang berada di lapangan maupun penonton di luar pagar sekolah. Begitulah suasana puncak Pentas Seni Sekolah Tri Ratna yang diadakan di akhir September 2015.

Pada kesempatan ini Nidji, yang digawangi oleh Giring (vocal), Rama dan Ariel (gitar), Adrie (drum), Andro (bass), dan Randy (keyboard) menghibur siswa-siswi Sekolah Tri Ratna dengan beberapa lagu andalan seperti Laskar Pelangi, Hapus Aku, Biarlah, dan promo lagu terbaru Selalu menjagamu. Acara ini juga disiarkan langsung oleh Radio Pro2Jakarta dalam acara ICU GOES TO SCHOOL.

Pentas Seni kali ini membawakan tema “Show your creativity in art and education” juga menampilkan kreatifitas seni dari siswa-siswi Sekolah Tri Ratna. Acara dibuka dengan penampilan yang meriah dari Band SMA yang membawakan lagu Thinking Out Loud, kemudian dilanjutkan dengan modern dance electric oleh siswa SMK, disambung tari tradisional oleh Dita, siswa SMA, Paduan suara dari SMP, Tari morena dari TK, Drama dan paduan suara dari SMK, Penampilan artis cilik SD dan TK, Janitra dan Aiko, Band dari SMA, dan Modern dance yang dikolaborasikan dengan gerakan taek won do dari siswa-siswi SMK. Pentas Seni ini merupakan bentuk wadah untuk mengapresiasi kecerdasan selain kecerdasan intelegensi yang biasa dipelajari di kelas, tetapi merupakan bentuk kecerdasan interpersonal, kinestetik, maupun kecerdasan musikal.

Selain menghibur dengan penampilan aksi panggung, Nidji juga menggelar Meet & Greet. Nidji memberikan kesempatan pada laskar nidji dari Sekolah Tri Ratna untuk berinteraksi dan berpose bersama anggota Nidji. Acara ini juga diliput oleh beberapa media radio dan televisi nasional dan mendapat dukungan dari Radio Pro2Jakarta.

Keceriaan Waisak 2559 BE. di Sekolah Tri Ratna

Standard

Setiap tahun kita merayakan Waisak dengan berkah kebahagiaan. Setiap saat itu pula kita kembali diingatkan pada semangat dan nilai yang terkandung dalam tiga peristiwa suci di bulan Waisak.Peristiwa kelahiran, pencapaian penerangan sempurna, dan parinibbana Guru Agung Buddha Gautama telah memberikan kita pada nilai-nilai kesucian, kesadaran dan kesempurnaan yang universal.

Di samping untuk memperingati tiga peristiwa penting, Waisak juga memberikan pesan pembinaan generasi muda dalam berbagai kegiatan Waisak di Sekolah Tri Ratna. Berbagai kegiatan telah dilaksanakan dengan baik, seperti Pengobatan gratis (prana) yang diikuti oleh warga di lingkungan sekolah, Bazar, lomba menyanyi, mewarnai, melukis, menggambar, fashion show, ranking 1 yang semuanya bernuasa Buddhis. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin, 1 Juni 2015.

Kemudian pada esok hari, Cetya Sekolah Tri Ratna mengadakan Kebaktian Waisak yang dihadiri oleh keluarga besar sekolah serta masyarakat di sekitar lingkungan. “Jika kita ingin bahagia, maka lebih dahulu kita harus membuat orang lain di sekeliling kita bahagia” inilah inti pesan Waisak yang disampaikan oleh Romo dr. Krishnanda Wijaya Mukti, MSc. Semoga berkah Waisak membawa kebahagiaan kepada semua makhluk.

Keluarga besar Sekolah Tri Ratna mengucapkan Selamat Hari Tri Suci Waisak 2889 BE. 2015. Semoga berkah kebahagiaan membawa kedamaian dan kebahagian bagi semua makhluk.
Sadhu. Sadhu. Sadhu.
Sukhi Hontu.

Perkemahan Penegak Bantara SMK TRI RATNA

Standard

Pramuka merupakan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah yang menjadi ajang para siswa untuk belajar hidup di alam, mencintai alam, serta pengalaman yang sangat berguna untuk meningkatkan mental yang positif. Perkemahan merupakan bagian dari kegiatan pramuka yang menjadi syarat kecakapan umum Pramuka Penegak tingkat bantara.

Sehubungan dengan itu, SMK TRI RATNA mengadakan Perkemahan Jumat Sabtu Minggu, atau yang sering di kenal PERJUSAMI di Curug Cihuerang, Gunung Salak, Bogor. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 10 – 12 April 2015 yang diikuti oleh siswa kelas 11 SMK dengan bimbingan kakak pembina Pramuka, Kak Jaka, Kak Tirta, dan Kak Dafi serta dibantu oleh para guru.

PERJUSAMI kali ini diisi dengan berkemah, penjelajahan, peta-pita, cinta lingkungan, malam keakraban, jurit malam, serta permainan.Para peserta pramuka mengikuti kegiatan perkemahan dengan sangat antusias, karena ini merupakan kegiatan yang berbeda dari kegiatan biasanya yang lebih cenderung di dalam ruang. Kegiatan ini bertujuan untuk mengamalkan Trisatya dan Dasa Dharma Pramuka agar peserta didik dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat dan mampu hidup mandiri.