Belajar Hidup Berkesadaran

Marilah kita merenung sejenak, memahami apa yang sering kita lakukan, atau memahami kebiasaan-kebiasaan kita. Ternyata hidup kita penuh dengan kesibukan, rutinitas, pekerjaan ‘multitasking’, ketergesaan atau terburu-buru. Hidup seolah-olah otomatis, hidup reaktif, tidak melalui kendali kesadaran, melainkan dikendalikan oleh nafsu-nafsu keinginan, keserakahan, kebencian dan mudah marah. Belum lagi dengan godaan berbagai gadget yang menyita banyak waktu kita. Keinginan-keinginan akan kesenangan instan, masalah-masalah pribadi, keluarga, sekolah, dan masyarakat yang menyita pikiran kita. Sehingga hidup kita berasa memiliki banyak masalah, banyak pikiran, gampang lupa, sulit untuk fokus, sulit belajar dan yang pasti sulit merasakan kebahagiaan. Hidup menjadi tidak bermakna dan kehilangan esensinya. Bagaikan orang yang sedang berjalan, karena kesibukannya, ia tidak mampu merasakan kakinya menyentuh tanah.

Apakah kehidupan seperti ini yang kita inginkan? Tentu tidak. Kita ingin hidup dengan teratur, fokus, ingatan kuat, mampu merasakan kebahagiaan saat ini, mampu mengendalikan segala nafsu dan emosi, hidup penuh makna dan hidup berkesadaran penuh. Bagaimana untuk mewujudkan ini? Jawabannya adalah belajar hidup berkesadaran.

Berhubungan dengan hal di atas, SMK Tri Ratna mengadakan kegiatan Retret Hidup Berkesadaran di Pondok Sudhi Bhavana, Cimahi. Acara berlangsung pada tanggal 23-27 April 2017 dengan peserta adalah siswa kelas X Ak1 dan Ak2 dengan bimbingan para Biku dari Wihara Ekayana. Banyak kegiatan yang menyenangkan dalam retret ini, seperti meditasi duduk, meditasi berjalan, makan berkesadaran, meditasi kerja, bernyanyi berkesadaran, dhamma talk, relaksasi, permainan, gerak badan berkesadaran, dan menonton film.

Sharing Dhamma sambil menikmati alam bebas bersama Biku Nyanabhadra

Napas Berkesadaran
Mengamati dengan penuh perhatian pada napas alami kita, mengamati udara yang masuk dan keluar dari hidung dengan sadar penuh, membuat pikiran kita merasakan apa yang kita rasakan saat ini. Dapat juga diiringan dengan mengucapkan dalam hati kata ‘breathing in’ ketika udara masuk, dan ‘breathing out’ ketika udara keluar, dan dibarengi dengan kesadaran bahwa kita sedang menarik napas, dan napas keluar. Pikiran yang biasanya tertuju pada masa depan, atau masa lalu akan terhenti ketika kita bernapas dengan sadar, berubah menjadi kedamaian pikiran saat ini.

Tidak hanya dalam bernapas, tetapi hidup berkesadaran ini dapat diterapkan pada setiap kegiatan kita, seperti ketika berjalan, makan, bekerja, bernyanyi dan yang lain sebagainya. Kebiasaan ini akan membawa kita hidup lebih damai, tenang, seimbang, fokus, pengendalian diri yang baik, dan yang pasti akan lebih bahagia.

Menurut Jimmy, siswa kelas X, acaranya ‘So cool, keren banget, kita semua belajar bersama di sini, bersatu, bekerjasama dan terbuka. The bestlah. Semua ini tidak akan terlupakan’. Erik, siswa kelas X menambahkan bahwa tidak ada kegiatan yang tidak menyenangkan, tetapi acaranya seru. Bahkan Erik bertekad untuk lebih berkesadaran dalam kehidupan sehari-hari dan meningkatkan konsentrasi.