Mengenang 1 Tahun Wafatnya Bapak Krishnanda

Tepat di hari Senin, 6 Maret 2017, di Cetya Sekolah Tri Ratna dilangsungkan acara puja bakti Pelimpahan Jasa dan ucapan terima kasih untuk Mendiang Romo Pandita dr. Krishnanda Wijaya Mukti, MSc. Puja bakti ini merupakan peringatan 1 tahun Beliau, yang telah wafat pada Minggu, 6 Maret 2016. Puja bakti dihadiri oleh para guru, murid dan wali murid untuk membacakan paritta.

Dhammadesana dibabarkan oleh Biku Nyanabhadra yang merupakan ketua Yayasan Pendidikan Buddhis Tri Ratna, menggantikan Mendiang Bapak Krish. Bhante sempat mengatakan bahwa kita bisa membuat Mendiang Bapak Krish lebih bahagia di alamnya dengan melanjutkan sifat-sifat luhur Beliau dan mempraktekkannya. Beliau bertranformasi fisik dalam wujud yang berbeda menjadi Bapak dan Ibu, menjadi “Pak Krish Pak Krish” yang baru, yang melanjutkan cita-cita luhur Beliau. Setelah Dhammadesana, acara diteruskan dengan Pelimpahan Jasa oleh para Kepala Sekolah, Perwakilan Yayasan, Ibu Jenty, guru senior, Bapak Sitanggang.

Setelah puja bakti, acara dilanjutkan dengan mengenang dan berterima kasih kepada Mendiang oleh beberapa guru di Sekolah Tri Ratna. Bapak Sitanggang mengenang bahwa Bapak Krish merupakan sosok orang yang bijaksana, sederhana, sempurna, dan sangat memperhatikan siswa yang kurang dalam hal ekonomi untuk dapat sekolah. Bapak Miko menambahkan bahwa kata-kata Bapak Krish yang selalu diingatnya, yaitu “kalau bekerja jangan menunggu disuruh” intinya adalah inisiatif yang bisa menjadi kita lebih kreatif, inovatif. Hal lain yang selalu diingat juga bahwa Bapak Krish sering menerangkan filosofi lebah, tidak meninggalkan bekas yang buruk, saling bekerjasama dalam bekerja untuk saling membantu, dan tidak merugikan orang lain.

Ibu Jenty juga mengenang bahwa Bapak Krish ini ibarat kamus pengetahuan berjalan, setiap menanyakan segala hal, Beliau selalu menjawabnya dengan solusi yang bijaksana, selalu jawaban yang memuaskan. Kalimat yang diingat pada saat-saat terakhir Beliau, yaitu dua kata yang sangat memotivasi kita, yaitu “Terus Berjuang”, terus berjuang dengan sungguh-sungguh untuk mencapai cita-cita yang baik. Kemudian Ibu Jenty melanjutkan dengan membagikan buku Bapak Krish yang berjudul Kebenaran Bukan Pembenaran, yang merupakan kumpulan tulisan Beliau di media massa.

Semoga cita-cita luhur Beliau dilanjutkan oleh “Pak Krish Pak Krish” dalam wujud yang berbeda untuk mencerdaskan dan mencerahkan semua orang.