MOCO Goes to SMA Tri Ratna!

Berita oleh Delivia, siswi SMA.

moco 1
Sudah banyak penulis-penulis kreatif seperti Raditya Dika, Dewi “Dee” Lestari, Bernard Batubara yang terkenal karena tulisannya. Baru-baru ini buku kumpulan cerpen milik Dewi Lestari yang berjudul Filosofi Kopi diangkat ke layar lebar. Wow, keren! Filmnya pun juga tak kalah keren.

Ingin menjadi penulis kreatif? ingin bisa membuat cerpen yang menarik? Ingin lancar menulis essai atau skripsi? Berkaitan dengan pertanyaan tersebut, MOCO pada Kamis, 16 April 2015, pukul 13.00 – 15.00 WIB mengadakan seminar “Creative Writing” di Sekolah Tri Ratna, Taman Sari, Jakarta Barat. Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi kelas X dan XI SMA Tri Ratna bertempat di Aula Cetya Sekolah Tri Ratna.

Sebelumnya, apa itu MOCO? MOCO (baca: moco, bukan moko), dalam bahasa Jawa moco berarti baca. MOCO merupakan “social reading application” yang berguna untuk kalian yang suka membaca. Di aplikasi ini kalian dapat membaca buku-buku gratis dan juga bersosialisasi dengan pengguna lainnya. Tidak hanya itu, jika kalian mempunyai naskah-naskah cerpen, novel, kumpulan puisi, dan lain-lain, lalu bingung untuk menerbitkannya, kalian dapat mengirim naskah tersebut ke Hanum@aksaramaya.com. MOCO dapat diunduh dan diakses melalui smartphone dan komputer.

Kita sudah sering mendengar “creative writing”, tetapi apakah yang dimaksud sebenarnya dengan “creative writing”? Sebelum mengungkapkan jawabannya, Jun Joe Winanto atau biasa yang dipanggil Kak Jun sebagai chief editor MOCO menjelaskan bahwa kita semua bisa menulis, “Perhatiin deh, kalian anak muda jaman sekarang yang suka curhat di social media, curhatan tersebut sudah termasuk menulis. Dan, jika curhatan-curhatan tersebut dikumpulkan akan membentuk tulisan.”. “Creative writing merupakan tulisan yang sarat akan imajinasi. Rahasia dalam creative writing sebenarnya adalah sarat akan imajinasi dalam memainkan pikiran lalu menuangkan dalam tulisan.” sambung Kak Jun. Creative writing memerlukan persiapan, cara berpikir, ide menulis yang kreatif, karena creative writing tidak hanya sekedar tulisan. Contoh persiapan yang bisa dilakukan seperti pemilihan kata-kata untuk membangun emosi, sehingga ada hubungan antara pembaca dengan cerita. Agar tulisan kita “creative”, memerlukan cara berpikir yang kreatif dan tidak sesusah yang dibayangkan untuk melakukannya. Yang perlu dilakukan hanya melangkah keluar melihat dunia luar dan membuka pikiran kita, karena apa yang ada di sekeliling kita bisa dijadikan ide untuk menulis.

Senior editor MOCO, Sulung Siti Hanum atau biasa yang dipanggil Ka Hanum menasihati, ”Bukalah mata dan kuping di sekeliling kita. Jangan menunduk main handphone terus. Kalau keluarga ajak pergi, kenapa kita tidak ikut. Gak ada salahnya, toh justru menambah pengalaman dan ide yang nantinya bisa dituangkan di tulisan kita.” Dan, Ide kreatif dapat berupa: surat untuk diri sendiri seperti surat untuk masa depan dan masa lalu , cerita pendek, puisi, diary, dan autobiography. Selain hal di atas, masih banyak lagi materi yang dijelaskan seperti apa saja unsur creative writing, dan bagaimana proses menulis kreatif menggunakan premis dan sebagainya.

Di akhir acara, Bapak Indro, guru bahasa Indonesia kelas XI dan XII memberikan respon yang bagus kepada MOCO berupa usulan kepada para siswa-siswi kelas XI dan XII untuk memulai menulis kreatif . Dan Ka Jun dan Ka Hanum membagikan buku “Ralita & Tora” dan “Bad boy & Shy Girl” kepada siswa-siswi yang memenangkan kuis berupa
pertanyaan tentang MOCO.

MOCO sangat bermanfaat bagi siswa-siswi SMA Tri Ratna karena menulis merupakan keahlian yang sangat berguna, tak hanya itu menulis juga bagian dari kemampuan yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari apalagi untuk para siswa dalam mengerjakan tugasnya seperti: makalah, essay, dan lain-lain. Jika kalian mempunyai naskah-naskah cerpen, novel, kumpulan puisi, dan lain-lain, lalu bingung untuk menerbitkannya, kalian dapat mengirim naskah tersebut ke Hanum@aksaramaya.com, ujar Kak Hanum. Kakak Hanum sebagai senior editor MOCO akan senang hati untuk menerimanya dan jika hasil karyamu layak dan bagus akan diterbitkan ke aplikasi “MOCO” ini! MOCO sudah berhasil menerbitkan buku (printed book) “Bad boy & Shy girl” yang merupakan cikal bakal dari sinetron anak muda yaitu “Ganteng Ganteng Serigala” (GGS).