Outdoor Learning Activity SMA

Belajar di luar kelas atau di lapangan merupakan upaya menciptakan cara belajar yang menyenangkan dan kreatif. Banyak hal yang bisa dipelajari dengan metode belajar di luar kelas ini, seperti menciptakan pengalaman langsung, mengembangkan kemampuan pribadi maupun sosial, dan belajar langsung dengan sumber pembelajaran. Sehubungan dengan kegiatan belajar di luar kelas, SMA Tri Ratna mengadakan kegiatan Outdoor Learning Activity 2017 di desa Yosomulyo, kecamatan Gambiran, kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur pada 9-14 Januari 2017.

Banyuwangi merupakan kabupaten paling timur di pulau Jawa yang mengalami kemajuan dalam kehidupan masyarakatnya. Sering disebut dengan tagline “The Sunrise of Java”. Kegiatan di Banyuwangi ini berlokasi di lingkungan Vihara Dhamma Harja, Sidorejo Wetan. Melibatkan semua siswa dengan beberapa kegiatan, yaitu Palang Merah Remaja (PMR) untuk kelas X, Pramuka, dan Lingkungan Hidup untuk siswa kelas XI, dan PKL untuk kelas XII.

Kegiatan Palang Merah Remaja mempelajari simulasi Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) tentang pembalutan, bidai, evakuasi korban, kemandirian, dan menciptakan lingkungan sehat. Sedangkan untuk kegiatan Pramuka adalah penjabaran SKU dan TKU, praktek pramuka, pembinaan pramuka di SD setempat dan belajar gamelan. Kegiatan Lingkungan Hidup berupa kunjungan ke home industry budidaya jamur, belajar tentang budidaya jeruk dan buah naga, diskusi kearifan lokal, bimbingan belajar bahasa Inggris, dan belajar gamelan. Sedangkan kegiatan PKL berupa bersosialisasi dengan warga setempat dan tinggal bersama warga, kunjungan ke home industry furniture dan jamur, belajar budidaya jeruk dan buah naga, dan ke Balai Desa Yosomulyo.

Kegiatan ini disambut hangat dan sangat ramah oleh warga setempat, pengurus Vihara, Kepala Desa, dan juga Bupati Banyuwangi. Hal ini tergambarkan dari antusiasme warga setempat dan pengurus Vihara dalam mendukung semua kegiatan ini, bahkan melebihi dari harapan kita, ujar Kepala SMA Tri Ratna, Ibu Susi J Martani. Begitu juga dengan Bapak Didik Kartika, selaku Kepala desa Yosomulyo dan jajarannya, menerima peserta PKL SMA Tri Ratna dengan hangat dan penuh semangat berdiskusi mengenai demografi Desa Yosomulyo. Desa Yosomulyo merupakan desa dengan kategori “Smart Kampung” desa yang menerapkan teknologi informasi dan komputer dalam upaya mendekatkan pelayanan publik kepada warganya. Smart Kampung merupakan ide gagasan Bupati Banyuwangi, Bapak Abdullah Azwar Anas.

Bahkan Bapak Bupati juga berkenan menanggapi kegiatan ini dengan memasang foto kegiatan ini di akun Instagram pribadinya. Beliau menuliskan “Berdiskusi, beramah tamah dengan warga, dan anak-anak muda desa, menyelami kearifan local, bermain bersama, dan mengetahui model Smart Kampung. Mereka juga melakukan Outdoor Learning Activity bersama. Tentu ini juga ikut bermanfaat menggerakkan ekonomi setempat. Ayo man-teman, terus ramah, terbuka, biar makin happy orang ke Banyuwangi”.

Menurut siswa, kegiatan ini sangat bermanfaat dan menyenangkan, banyak pelajaran yang didapat, yang tidak diajarkan di kelas, yaitu pengalaman, belajar bersosialisasi, etika, kemandirian, tanggung jawab, toleransi, kearifan lokal, budaya, dan tentu persahabatan dan keramahan yang baik dengan warga sekitar. Malam terakhir di Desa Yosomulyo, sekaligus perpisahan dengan warga setempat, diadakan pergelaran pentas seni budaya Banyuwangi dan penampilan dari siswa SMA. Kegiatan ini ditutup dengan mengunjungi situs wisata yang terkenal di Banyuwangi, yaitu Pantai Pulau Merah di daerah selatan Banyuwangi.

Terima kasih umat Vihara Dhamma Harja, warga Yosomulyo, Masyarakat Banyuwangi. Semoga selalu maju, sukses dan bahagia!