Profil Sekolah

SEJARAH PERJALANAN SEKOLAH TRI RATNA

gedung sekolah tampak depan
gedung sekolah tampak depan

 

gedung sekolah tampak samping
gedung sekolah tampak samping

 

lapangan sekolah Tri Ratna
lapangan sekolah Tri Ratna

Sekitar 30 tahun yang lalu, ketika agama Buddha perlahan-lahan mengalami perkembangan, banyak orang merasa kurangnya lembaga pendidikan yang dapat memenuhi tuntutan kebutuhan masyarakat dalam memperoleh pendidikan agama Buddha sesuai dengan agama yang dianut. Mendirikan sebuah sekolah bukan merupakan pekerjaan yang ringan dan tidak banyak orang yang mau bersedia berkorban untuk mewujudkan lembaga pendidikan yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Namun, tidak demikian halnya bagi Ibu Sriwati Setiawan, dengan pengalamannya mendirikan sekolah, ia tergerak tergerak untuk mendirikan sekolah baru yang bercirikan agama Buddha. Ketika itu, 30 tahun yang lalu, ia berhasil mengajak sejumlah temannya untuk mendirikan Yayasan Pendidikan Buddhis Tri Ratna. Yayasan ini diketuai oleh Bapak Widjaja Lesmana, yang merupakan suaminya sendiri. Wakil ketuanya Bapak Slamet Handojo (almarhum) yang merupakan suami dari Ibu Lenny Lisawati, Kepala TK Tri Ratna yang ke-2, kemudian Sekretaris Yayasan adalah Bapak Zacharias Santoso dan bagian Administrasi Yayasan ditangani oleh Bapak Lam Tjan Yauw. Secara resmi Yayasan berdiri pada tanggal 21 Juni 1982, namun kegiatan-kegiatannya telah dimulai dari tanggal 15 April 1982.

Bhante Win menggunting pita peresmian Sekolah Buddhis Tri Ratna, disaksikan oleh siswa dan guru
Bhante Win menggunting pita peresmian Sekolah Buddhis Tri Ratna, disaksikan oleh siswa dan guru

Pada mulanya Yayasan membeli sebuah rumah tinggal di atas sebidang tanah berukuran 392 m2 , di jalan Talib I no 35. Pada tahun ajaran pertamanya, tahun ajaran 1982-1983, langsung dibuka tiga unit sekolah, yaitu TK, SD, dan SMA. Ada 6 kelas TK, 3 kelas SD dan 2 kelas SMA. Kegiatan belajar mengajar di TK dan SD yang dikepalai oleh Ibu Sriwati Setiawan dimulai pada pagi hari, sedangkan SMA yang dikepalai oleh Bapak Zacharias Santoso dimulai pada siang hari. Pada tahun pertamanya ini, jumlah murid seluruhnya 245 orang dengan 21 guru.

Sekolah Tri Ratna tahun 1984
Sekolah Tri Ratna tahun 1984

Pada tahun kedua, Yayasan membeli 2 rumah lagi dibelakang dan samping bangunan yang telah ada, sehingga luasnya menjadi 1015 m2. Bangunan tersebut disatukan dengan bangunan yang telah ada dan direnovasi agar dapat menampung jumlah siswa yang semakin meningkat. Di tahun ini dibentuk unit SMP Tri Ratna yang membuka 1 kelas siang dengan jumlah 18 murid yang dikepalai oleh Bapak Indra Karmali.

Kemudian pada awal tahun 1986 mulai dibangun gedung sekolah permanen berlantai empat dengan luas bangunan 2000 m2. Kegiatan belajar mengajar sementara dipindahkan di gedung sewaan di jalan TSS Gg Budi. Setengah tahun kemudian, gedung baru mulai ditempati, meskipun proses pembangunan belum selesai sepenuhnya
Pada tahun 1987-1988, dengan managemen baru di bawah Bapak K. Wijaya Mukti sebagai Koordinator sekolah (sekarang ketua Yayasan), kegiatan belajar mengajar dialihkan ke pagi hari. Kemudian di tahun berikutnya 1988-1989 mulai dibuka unit baru, yaitu SMEA siang yang dikepalai oleh Bapak T. Suryanto S.E. dengan jumlah siswa baru sebanyak 12 orang.

Di tahun 1992, pada usianya yang ke-10, jumlah siswa Sekolah Tri Ratna dari kelima unit mencapai 1000 siswa. Di tahun ini juga, area sekolah juga bertambah dengan dibebaskannya tanah seluas 149 m2. Kemudian pada tahun 1995, di atas area tanah ini dibangun gedung empat lantai. Salah satu fasilitas yang menempati gedung baru ini adalah ruang Cetya yang sering difungsikan juga sebagai ruang serba guna.

Kemudian pada tahun 2010, Sekolah Tri Ratna membebaskan lagi tanah seluas 168 m2 dan pada 1 Desember 2010 dimulai pembangunan gedung ekstensi 5 lantai di atas tanah ini. Gedung ini digunakan untuk memberikan kenyamanan belajar serta penambahan fasilitas berupa sarana prasarana belajar bagi siswa seperti ruang kelas, lapangan olahraga, kantin, tempat parkir dan ruang serbaguna. Pada tahun ajaran 2011-2012 gedung ini sudah mulai digunakan untuk kegiatan sekolah dan kegiatan belajar mengajar di semua unit dimulai pada pagi hari.

pembangunan gedung ekstensi, Februari  2011
pembangunan gedung ekstensi, Februari 2011

PROFIL SEKOLAH TRI RATNA

Membangun sebuah sekolah yang berkualitas sangat membutuhkan proses perjuangan berkelanjutan dengan disertai tekad dan komitmen yang kuat dari para pemerhati pendidikan di Indonesia. Sekolah yang berkualitas harus mampu menjawab semua tuntutan-tuntutan keberhasilan sebuah sekolah, di antaranya yaitu output/lulusan yang membanggakan baik akademik maupun karakter kepribadian, mutu layanan pendidikan yang baik, memiliki guru-guru yang berkompetensi profesional, sarana dan prasarana yang memadai, ketertiban manajemen sekolah, pengembangan SDM serta selalu mengembangkan pendidikan yang berorientasi ke depan. Setiap sekolah tentu berusaha menjawab semua tuntutan keberhasilan sebuah sekolah dan mengarahkan diri pada sekolah yang berkualitas dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pendidikan yang berkarakter agama Buddha.
photo 2 small
Sekolah Tri Ratna merupakan sekolah yang bercirikan agama Buddha yang didirikan pada tahun 1982 di daerah Tamansari, Jakarta Barat, tepatnya di jalan Talib I no 35 – 37. Sekolah ini berdiri di tanah seluas 1.317 m2 dengan gedung berlantai empat. Dalam usianya yang ke-30 telah mengalami tiga kali pembangunan mengikuti perluasan lahan sekolah. Luas lantai bangunan sekolah l.k.: (1) 4 x 500 m2, (2) 4 x 150 m2, dan (3) bangunan baru/ekstensi 5 x 160 m2, jumlah seluruhnya 3.400 m2. Luas halaman/lapangan (1) 160 m2, (2) 132 m2, dan (3) di atap bangunan baru 280 m2.

Jumlah lokal yang tersedia 34 kelas, 6 ruang Laboratorium (komputer, multimedia, fisika, kimia, biologi, akuntansi), 1 ruang perpustakaan, 1 kantor yayasan, 5 kantor kepala sekolah, 4 kantor guru, 9 kantor tata-usaha/rumah tangga/OSIS/BP, 1 ruang sudut, 1 ruang kesehatan (termasuk poliklinik gigi), 1 ruang cetya/serba guna, 1 ruang dapur, 1 kebun percobaan (Lingkungan Hidup), 1 kolam renang, kantin dan tempat parkir motor.

Saat ini Sekolah Tri Ratna terdiri dari 5 unit sekolah, yaitu TK, SD, SMP, SMA, dan SMK dengan jumlah murid sesuai kapasitasnya sekitar 725 siswa. Sekolah Tri Ratna yang memiliki motto “Smart – Good – Mindfulness” ini, sejak tahun 2008 dari TK, SD, SMP, SMA, dan SMK mendapat status disamakan, sekarang terakreditasi A.
Dalam proses pembelajarannya, Sekolah Tri Ratna menerapkan kurikulum nasional sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh Departemen Pendidikan. Selain itu, Sekolah Tri Ratna juga memberikan penekanan pada setiap pembelajaran di sekolah dengan Pendidikan Nilai-nilai Kemanusiaan (PNK)/ budipekerti dan pendidikan yang membangkitkan kesadaran (Mindfulness). Pendidikan Nilai-nilai Kemanusiaan merupakan pendidikan yang mengembangkan sifat-sifat utama dalam diri manusia yang berupa kasih sayang, kebenaran, kebajikan, kedamaian, tanpa kekerasan, kebijaksanaan dan kesadaran.