Study Tour to Yogyakarta

DSC_0009_edit
Siswa dan Guru SMK TRI RATNA berada di Taman Wisata Borobudur

Pada hari Selasa, 27 Mei 2014 yang lalu, siswa SMK Tri Ratna memiliki kesempatan untuk melakukan kegiatan Study Tour di Kota Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan study tour  ini diikuti oleh 38 orang siswa dan 8 orang guru pendamping. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan baru bagi siswa baik mengenai situs-situs bersejarah maupun kegiatan home industry. Kegiatan ini akan menjadi kegiatan tahunan yang diikuti oleh siswa kelas 11. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah supaya siswa SMK TRI RATNA memiliki kesempatan untuk menginjakkan kaki di Candi Borobudur yang merupakan candi Buddha tertua dan mendapat penghargaan World Heritage oleh UNESCO.

Pada pukul 22.00 WIB, siswa berangkat menuju kota Yogyakarta dengan menggunakan kereta Progo dari Stasiun Senen. Perjalanan ini menghabiskan waktu tempuh selama 10 jam, sehingga rombongan tiba pada hari Selasa, 28 Mei 2014 pukul 08.00 WIB di Stasiun Lempuyangan. Setibanya disana, rombongan sudah dijemput oleh bus yang disewa selama siswa berada disana.

IMG_3775_edit
Siswa SMK Tri Ratna tiba di alun-alun utara Yogyakarta

 

Tempat pertama yang dikunjungi oleh siswa adalah Sentra Industri Batik yang bernama Perusahaan Batik Luwes yang terletak berdekatan dengan Museum Keraton Yogyakarta. Di tempat ini, siswa diberikan kesempatan untuk melihat proses pembuatan batik, baik batik tulis maupun batik cap. Tidak hanya melihat prosesnya, siswa juga turut mempraktikkan langsung proses pembuatan batik tersebut, mulai dari pemilihan dan penggambaran pola batik, menggambar batik tersebut dengan menggunakan canting, pewarnaan kain batik, pencucian dan penjemuran kain hingga proses tersebut selesai. Setiap siswa mengerjakan proses ini selama + 3 jam. Para siswa sangat tertarik dengan kegiatan ini, beberapa dari siswa membuat pola batik baru dengan imajinasi yang mereka miliki, dan hasilnya pun sangat memuaskan.

 

20140528_092934_edit
Siswa melukis pola batik menggunakan canting didampingi pegawai toko

Pada malam harinya, siswa berjalan-jalan di sepanjang jalan Malioboro. Malioboro merupakan pusat wisata belanja bagi turis domestik dan internasional. Jalan Malioboro ini menjadi tempat berkumpulnya para pedagang kaki lima yang menjual kerajinan khas Yogya, lesehan yang menjual makanan gudeg, dan para seniman jalanan yang menghibur para pengunjung. Siswa memiliki banyak waktu untuk menikmati dan membeli kerajinan dan oleh-oleh khas Yogyakarta.

Pada hari berikutnya, Kamis, 29 Mei 2014, siswa mengunjungi beberapa candi Buddha yang berada di Yogyakarta, diantaranya: Candi Mendut, Candi Pawon dan Candi Borobudur. Candi pertama yang siswa kunjungi adalah Candi Mendut. Siswa mengeksplorasi candi ini bersama-sama dengan anggota kelompoknya, siswa berusaha menyelesaikan tugas yang telah diberikan oleh guru pembimbingnya. Setelah semuanya selesai, siswa langsung bertolak menuju Candi Pawon.

Selama di Candi Pawon, siswa kembali mengamati dan mencari informasi mengenai candi ini. Siswa mendapatkan informasi dari papan informasi yang tersedia di candi ini. Selain itu, siswa juga mengambil beberapa foto yang akan dijadikan bahan laporan perjalanan study tour. Pukul 11.30 WIB, kami melanjutkan perjalanan ke Candi Borobudur. Candi Borobudur merupakan tujuan akhir dari perjalanan hari ini. Di candi ini, siswa mendapatkan bantuan dari tour guide yang tersedia disana. Tour guide tersebut menjelaskan banyak hal mengenai Candi Borobudur ini, mulai dari seluk beluk candi ini, bukti yang menyatakan kenapa Candi Borobudur menjadi salah satu 7 keajaiban dunia (7 Wonders Heritage), nilai filosofi yang terkandung dari setiap bentuk stupa yang mengelilingi candi tersebut. Siswa menghabiskan waktu selama 3 jam untuk mendapatkan informasi mengenai Candi Borobudur.

Pada hari ketiga, Jumat, 30 Mei 2014, merupakan hari terakhir dari kegiatan ini. Pada hari ini, siswa akan mengunjungi Sentra Oleh-Oleh Bakpia Pathuk dan Pasar Beringharjo. Pasar Beringharjo merupakan pasar tertua yang penuh dengan nilai-nilai dan filosofi. Secara harfiah, Beringharjo memiliki arti hutan pohon beringin yang diharapkan dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar. Di tempat ini, siswa dapat mempelajari mengenai hal-hal yang berhubungan dengan kewirausahaan. Selain itu, siswa juga mempelajari prinsip-prinsip ekonomi dan proses perdagangan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat setiap harinya.

Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan, siswa pun berangkat menuju Stasiun Lempuyangan untuk kembali ke Jakarta. Melalui kegiatan ini, siswa dapat menambah wawasan mengenai situs-situs bersejarah, kewirausahaan dan prinsip-prinsip ekonomi yang terjadi dalam kehidupan masyarakat pada umumnya.